Assalamu alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu
Salah satu kekhasan pendidikan di Indonesia adalah adanya lembaga pendidikan pesantren. Secara historis, pesantren telah ada dalam waktu yang relatif lama. Sistem pendidikan pesantren telah ada semenjak para walisongo menyebarkan Islam di Indonesia. Seluruh walisongo memiliki pesantrennya sendiri-sendiri. Sunan Ampel dengan pesantren Ampelnya, Sunan Bonang dengan pesantren di Bonang Tuban, Sunan Drajat dengan pesantrennya di desa Drajat Lamongan, Sunan Giri dengan pesantren Giri di Gresik, dan sebagainya. Pesantren adalah institusi pertama di Nusantara yang mengembangkan pendidikan diniyah.
Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadiin ( MDHM ) merupakan lembaga pendidikan agama yang tidak hanya menitik beratkan pada kemampuan santri putra dan santri putrinya pada penguasaan ilmu dan kemampuan agimsnya semata. Disiplin, Mandiri, Jiwa Sosial, Gotong Royong dan Toleransi Antar Sesamama merupakan keilmuan non akedemis yang diterapkan secara aplikatif dan menarik sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pembentukan karakter dan prinsipel pribadi yang kuat yang ditanamkan pada santri putra-santri putrinya.
Outbound Education
Problematika pendidikan yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah proses belajar mengajar yang diberikan di kelas umumnya hanya mengemukakan konsep-konsep dalam suatu materi. Proses belajar mengajar yang banyak dilakukan adalah model pembelajaran ceramah dengan cara komunikasi satu arah (teaching directed), dimana yang aktif 90% adalah pengajar. Pengenalan akan konsep ini bukan berarti tidak diperlukan, akan tetapi yang biasanya terjadi hanya sampai sebatas pengertian konsep, tanpa dilanjutkan pada aplikasi.
Pembelajaran yang inovatif dengan metode yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning) memiliki keragaman model pembelajaran yang menuntut partisi aktif dari santri putra-santri putrinya. Metode-metode tersebut diantaranya adalah:
Salah satu metode alternative yang saat ini digemari dan diyakini lebih berhasil dari kegiatan ceramah adalah Pendidikan Luar Ruangan (Outbound Education), yang sarat dengan permainan yang menantang, mengandung nilai-nilai pendidikan, dan mendekatkan siswa dengan alam.
- Information Sharing : Curhat gagasan, kooperatif, kolaboratif, diskusi kelompok, dll.
- Problem Solving Based: Studi kasus, tutorial dan lokakarya.
- Experience Based: Simulasi, bermain peran, permainan dan kelompok temu
![]()
Ceria dan tawa, canda dan bermakna, karna ALLAH menciptakan alam semesta bukan untuk dirusak di sia-siakan dan dibiarkan begitu saja (back to nature, back to ALLAH).
Wassalam,
Thank you for visiting.... salam madin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar